Kajian
Lingkungan

a couple of cameras on top of a metal pole
a couple of cameras on top of a metal pole

Kajian Early Warning System
Kajian Early Warning System dilaksanakan untuk mengevaluasi dan merancang sistem peringatan dini bencana yang efektif dan people-centered. Kegiatan meliputi reviu 4 komponen EWS yaitu risk knowledge, monitoring & warning service, dissemination & communication, dan response capability untuk ancaman prioritas daerah. Hasil kajian mengidentifikasi kesenjangan pada jalur diseminasi last mile dan kapasitas respons masyarakat, sehingga direkomendasikan penguatan PUSDALOPS, integrasi sensor dengan command center, optimalisasi kearifan lokal dalam diseminasi, serta penyusunan SOP dan pelatihan rutin. Dokumen kajian menjadi acuan pengembangan EWS terpadu guna memberikan waktu evakuasi yang cukup dan menekan korban jiwa.

Kajian Monitoring Curah Hujan dan Muka Air Tanah
Kajian Monitoring Curah Hujan dan Muka Air Tanah dilaksanakan untuk membangun basis data hidrologi dan hidrogeologi yang akurat guna mendukung mitigasi bencana dan pengelolaan SDA berkelanjutan. Kegiatan meliputi evaluasi kerapatan pos hujan dan sumur pantau eksisting, analisis data historis curah hujan dan fluktuasi MAT, perhitungan hujan rencana berbagai kala ulang, serta pemetaan zona kritis air tanah. Hasil kajian berupa database terverifikasi, peta sebaran alat, peta hujan rencana, dan peta kontur MAT yang terintegrasi dengan sistem EWS. Data ini menjadi acuan teknis dalam perencanaan drainase, irigasi, pengendalian banjir, konservasi air tanah, dan adaptasi perubahan iklim di daerah.

Kajian Pembangkit Energi Mandiri
Kajian Pembangkit Energi Mandiri dilaksanakan untuk mengidentifikasi potensi Energi Baru Terbarukan lokal dan merancang sistem pembangkit skala komunal guna mewujudkan ketahanan energi daerah. Kegiatan meliputi inventarisasi potensi surya, hidro, bayu, biomassa, dan biogas, analisis supply-demand energi, studi kelayakan teknis dan ekonomi PLTS, PLTMH, PLTBm, serta perancangan model kelembagaan berbasis BUMDes. Hasil kajian berupa peta potensi EBT, DED pilot project, dan roadmap pengembangan energi mandiri yang terintegrasi RUED. Implementasi pembangkit energi mandiri diharapkan meningkatkan rasio elektrifikasi, mengurangi subsidi energi, menurunkan emisi GRK, dan mendorong ekonomi produktif di desa 3T.

Pemetaan Potensi Rawan Bencana Kabupaten/Kota/Provinsi
Pemetaan Potensi Rawan Bencana Daerah dilaksanakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tingkat risiko bencana secara spasial melalui overlay peta ancaman, kerentanan, dan kapasitas. Kegiatan meliputi pemetaan multi-ancaman bencana geologi dan hidrometeorologi, analisis kerentanan fisik-sosial-ekonomi, pemetaan kapasitas kelembagaan dan masyarakat, serta penyusunan peta risiko skala 1:50.000. Hasil pemetaan berupa geodatabase dan atlas kebencanaan yang menjadi dasar penyusunan kebijakan tata ruang berbasis mitigasi, rencana kontinjensi, dan prioritas program pengurangan risiko bencana untuk mewujudkan daerah yang tangguh.

Aerial view of a landfill with scattered trash and vehicles.
Aerial view of a landfill with scattered trash and vehicles.

Analisis Reviu Retribusi dan Pengelolaan TPA Kabupaten/Kota/Provinsi
Analisis Reviu Retribusi dan Pengelolaan TPA dilaksanakan untuk mengevaluasi kesesuaian tarif retribusi persampahan terhadap biaya operasional dan kinerja pengelolaan TPA eksisting. Kegiatan meliputi analisis struktur dan realisasi retribusi, survei ATP/WTP, audit teknis operasional TPA dan kualitas lindi, serta perhitungan umur layanan dan cost recovery. Hasil reviu menunjukkan kesenjangan antara penerimaan retribusi dengan kebutuhan biaya pengelolaan TPA sanitary landfill, sehingga direkomendasikan penyesuaian tarif retribusi berbasis full cost recovery, optimalisasi operasional TPA, dan strategi pembiayaan alternatif guna mewujudkan layanan persampahan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

brown house
brown house

Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten/Kota/Provinsi
Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Daerah dilaksanakan untuk menyusun dokumen perencanaan 5 tahunan yang sistematis dalam menghadapi risiko bencana. Kegiatan meliputi kajian risiko bencana, evaluasi kapasitas eksisting, perumusan kebijakan dan strategi, rencana aksi pengurangan risiko bencana, rencana kedaruratan dan kontinjensi, serta rencana pemulihan pascabencana. Dokumen RPBD menjadi acuan seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana yang terpadu guna mengurangi korban jiwa, kerugian harta benda, dan meningkatkan ketangguhan daerah terhadap bencana.

a pipe on a wall
a pipe on a wall

Penyusunan Dokumen Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (RISPALD) Kabupaten/Kota/Provinsi
Penyusunan Dokumen RISPALD Kabupaten/ Kota dilaksanakan untuk menyusun rencana induk pengelolaan air limbah domestik jangka menengah dan panjang 15-20 tahun. Kegiatan meliputi evaluasi SPALD eksisting, proyeksi timbulan air limbah dan lumpur tinja, penetapan zonasi layanan SPALD-T dan SPALD-S, rencana pengembangan infrastruktur IPLT dan IPAL Komunal, rencana investasi dan kelembagaan, serta strategi pemberdayaan masyarakat. Dokumen RISPALD menjadi acuan pembangunan SPALD yang terpadu guna mencapai 100% akses sanitasi aman, menurunkan pencemaran lingkungan, dan mendukung percepatan penurunan stunting di daerah.

a man standing next to a pile of trash
a man standing next to a pile of trash

Penyusunan Dokumen Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) Kabupaten/Kota/Provinsi
Penyusunan Dokumen RIPS Kabupaten/ Kota dilakukan untuk menyusun rencana induk pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenisnya jangka menengah dan panjang 10-20 tahun. Kegiatan meliputi evaluasi eksisting timbulan dan sistem pengelolaan, proyeksi timbulan sampah, penetapan zonasi layanan, rencana pengurangan dan penanganan sampah melalui TPS 3R, TPST, dan TPA sanitary landfill, serta rencana investasi, kelembagaan, dan pemberdayaan masyarakat. Dokumen RIPS menjadi acuan pembangunan sistem persampahan yang terpadu guna mencapai target Jakstrada, mengurangi beban TPA, dan mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

a red canoe sitting on the edge of a lake
a red canoe sitting on the edge of a lake

Penyusunan Dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kabupaten/Kota/Provinsi
Penyusunan Dokumen RISPAM Kabupaten/ Kota dilakukan untuk menyusun rencana induk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum jangka menengah dan panjang 15-20 tahun. Kegiatan meliputi evaluasi SPAM eksisting, proyeksi kebutuhan air minum, analisis ketersediaan dan kualitas air baku, rencana zonasi pelayanan, pemilihan teknologi, rencana investasi dan kelembagaan, serta strategi pelestarian air baku. Dokumen RISPAM menjadi acuan pembangunan SPAM yang terpadu dan berkelanjutan guna mencapai target 100% akses air minum aman bagi masyarakat.

a bridge over a body of water with a building in the background
a bridge over a body of water with a building in the background

Pemetaan Potensi Sumber Daya Air Kabupaten/Kota/Provinsi
Pemetaan Potensi Sumber daya Air untuk Pengelolaan Air Yang Berkelanjutan. Pemetaan Potensi Sumber Daya Air Daerah dilaksanakan untuk mengidentifikasi, menginventarisasi, dan menganalisis ketersediaan air permukaan dan air tanah secara spasial dan kuantitatif. Kegiatan meliputi pemetaan sungai, mata air, danau, embung, serta CAT, analisis hidrologi untuk debit andalan, uji kualitas air, dan penyusunan neraca air wilayah. Hasil pemetaan berupa basis data geospasial dan peta tematik SDA yang menjadi dasar penyusunan kebijakan alokasi air, konservasi, mitigasi kekeringan/banjir, serta perencanaan pembangunan infrastruktur SDA yang terpadu dan berkelanjutan di daerah.

Pemetaan Potensi Sumber Daya Air Khusus Sentra Pangan
Pemetaan Potensi Sumber Daya Air Sentra Pangan Guna Mendukung Ketahanan Pangan Daerah. Pemetaan Potensi Sumber Daya Air Sektor Pangan dilaksanakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis ketersediaan air permukaan dan air tanah yang dapat mendukung produksi pangan. Kegiatan meliputi inventarisasi sungai, mata air, embung, dan jaringan irigasi, analisis debit andalan dan neraca air wilayah, serta pemetaan spasial menggunakan SIG. Hasil pemetaan menghasilkan basis data dan peta tematik potensi SDA, analisis defisit/surplus air pertanian, serta rekomendasi lokasi prioritas pengembangan infrastruktur air dan lahan pangan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan daerah.

Penyusunan Studi Kelayakan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Kabupaten/Kota/Provinsi
Studi Kelayakan IPLT untuk mendukung sanitasi aman dan berkelanjutan. Penyusunan Studi Kelayakan IPLT dilaksanakan untuk mengkaji kelayakan teknis, finansial, lingkungan, sosial dan kelembagaan atas rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja. Studi meliputi proyeksi timbulan lumpur tinja, analisis pemilihan teknologi, perhitungan investasi dan biaya operasional, kajian daya dukung lingkungan, serta kesiapan masyarakat dan lembaga pengelola. Hasil studi menjadi dasar pengambilan keputusan pembangunan, penysunan DED, penetapan tarif layanan, dan menjamin keberlanjutan operasional IPLT dalam mendukung layanan sanitasi aman dan penurunan pencemaran badan air.

Penyusunan Studi Kelayakan TPS3R Kabupaten/Kota/Provinsi
Studi Kelayakan Pembangunan TPS3R yang sesuai dan berkelanjutan. Penyusunan Studi Kelayakan TPS3R dilakukan untuk menganalisis kelayakan pembangunan TPS3R dari aspek teknis, ekonomi, sosial, lingkungan dan kelembagaan. studi ini mengkaji timbulan dan komposisi sampah, kesesuaian lahan dan teknologi, perhitungan biaya investasi dan operasional, kesiapan masyarakat serta KSM pengelola, hingga potensi dampak lingkungan. Dokumen hasil studi menjadi dasar pengambilan keputusan, penyusunan DED, serta acuan keberlanjutan operasional TPS3R agar mampu mengurangi sampah dari sumber dan meningkatkan nilai ekonomi sampah.

Kajian
Lingkungan

a couple of cameras on top of a metal pole
a couple of cameras on top of a metal pole

Kajian Early Warning System
Kajian Early Warning System dilaksanakan untuk mengevaluasi dan merancang sistem peringatan dini bencana yang efektif dan people-centered. Kegiatan meliputi reviu 4 komponen EWS yaitu risk knowledge, monitoring & warning service, dissemination & communication, dan response capability untuk ancaman prioritas daerah. Hasil kajian mengidentifikasi kesenjangan pada jalur diseminasi last mile dan kapasitas respons masyarakat, sehingga direkomendasikan penguatan PUSDALOPS, integrasi sensor dengan command center, optimalisasi kearifan lokal dalam diseminasi, serta penyusunan SOP dan pelatihan rutin. Dokumen kajian menjadi acuan pengembangan EWS terpadu guna memberikan waktu evakuasi yang cukup dan menekan korban jiwa.

Kajian Monitoring Curah Hujan dan Muka Air Tanah
Kajian Monitoring Curah Hujan dan Muka Air Tanah dilaksanakan untuk membangun basis data hidrologi dan hidrogeologi yang akurat guna mendukung mitigasi bencana dan pengelolaan SDA berkelanjutan. Kegiatan meliputi evaluasi kerapatan pos hujan dan sumur pantau eksisting, analisis data historis curah hujan dan fluktuasi MAT, perhitungan hujan rencana berbagai kala ulang, serta pemetaan zona kritis air tanah. Hasil kajian berupa database terverifikasi, peta sebaran alat, peta hujan rencana, dan peta kontur MAT yang terintegrasi dengan sistem EWS. Data ini menjadi acuan teknis dalam perencanaan drainase, irigasi, pengendalian banjir, konservasi air tanah, dan adaptasi perubahan iklim di daerah.

Kajian Pembangkit Energi Mandiri
Kajian Pembangkit Energi Mandiri dilaksanakan untuk mengidentifikasi potensi Energi Baru Terbarukan lokal dan merancang sistem pembangkit skala komunal guna mewujudkan ketahanan energi daerah. Kegiatan meliputi inventarisasi potensi surya, hidro, bayu, biomassa, dan biogas, analisis supply-demand energi, studi kelayakan teknis dan ekonomi PLTS, PLTMH, PLTBm, serta perancangan model kelembagaan berbasis BUMDes. Hasil kajian berupa peta potensi EBT, DED pilot project, dan roadmap pengembangan energi mandiri yang terintegrasi RUED. Implementasi pembangkit energi mandiri diharapkan meningkatkan rasio elektrifikasi, mengurangi subsidi energi, menurunkan emisi GRK, dan mendorong ekonomi produktif di desa 3T.

Pemetaan Potensi Rawan Bencana Kabupaten/Kota/Provinsi
Pemetaan Potensi Rawan Bencana Daerah dilaksanakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis tingkat risiko bencana secara spasial melalui overlay peta ancaman, kerentanan, dan kapasitas. Kegiatan meliputi pemetaan multi-ancaman bencana geologi dan hidrometeorologi, analisis kerentanan fisik-sosial-ekonomi, pemetaan kapasitas kelembagaan dan masyarakat, serta penyusunan peta risiko skala 1:50.000. Hasil pemetaan berupa geodatabase dan atlas kebencanaan yang menjadi dasar penyusunan kebijakan tata ruang berbasis mitigasi, rencana kontinjensi, dan prioritas program pengurangan risiko bencana untuk mewujudkan daerah yang tangguh.

Aerial view of a landfill with scattered trash and vehicles.
Aerial view of a landfill with scattered trash and vehicles.

Analisis Reviu Retribusi dan Pengelolaan TPA Kabupaten/Kota/Provinsi
Analisis Reviu Retribusi dan Pengelolaan TPA dilaksanakan untuk mengevaluasi kesesuaian tarif retribusi persampahan terhadap biaya operasional dan kinerja pengelolaan TPA eksisting. Kegiatan meliputi analisis struktur dan realisasi retribusi, survei ATP/WTP, audit teknis operasional TPA dan kualitas lindi, serta perhitungan umur layanan dan cost recovery. Hasil reviu menunjukkan kesenjangan antara penerimaan retribusi dengan kebutuhan biaya pengelolaan TPA sanitary landfill, sehingga direkomendasikan penyesuaian tarif retribusi berbasis full cost recovery, optimalisasi operasional TPA, dan strategi pembiayaan alternatif guna mewujudkan layanan persampahan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

brown house
brown house

Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten/Kota/Provinsi
Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Daerah dilaksanakan untuk menyusun dokumen perencanaan 5 tahunan yang sistematis dalam menghadapi risiko bencana. Kegiatan meliputi kajian risiko bencana, evaluasi kapasitas eksisting, perumusan kebijakan dan strategi, rencana aksi pengurangan risiko bencana, rencana kedaruratan dan kontinjensi, serta rencana pemulihan pascabencana. Dokumen RPBD menjadi acuan seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana yang terpadu guna mengurangi korban jiwa, kerugian harta benda, dan meningkatkan ketangguhan daerah terhadap bencana.

a pipe on a wall
a pipe on a wall

Penyusunan Dokumen Rencana Induk Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (RISPALD) Kabupaten/Kota/Provinsi
Penyusunan Dokumen RISPALD Kabupaten/ Kota dilaksanakan untuk menyusun rencana induk pengelolaan air limbah domestik jangka menengah dan panjang 15-20 tahun. Kegiatan meliputi evaluasi SPALD eksisting, proyeksi timbulan air limbah dan lumpur tinja, penetapan zonasi layanan SPALD-T dan SPALD-S, rencana pengembangan infrastruktur IPLT dan IPAL Komunal, rencana investasi dan kelembagaan, serta strategi pemberdayaan masyarakat. Dokumen RISPALD menjadi acuan pembangunan SPALD yang terpadu guna mencapai 100% akses sanitasi aman, menurunkan pencemaran lingkungan, dan mendukung percepatan penurunan stunting di daerah.

a man standing next to a pile of trash
a man standing next to a pile of trash

Penyusunan Dokumen Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) Kabupaten/Kota/Provinsi
Penyusunan Dokumen RIPS Kabupaten/ Kota dilakukan untuk menyusun rencana induk pengelolaan sampah rumah tangga dan sejenisnya jangka menengah dan panjang 10-20 tahun. Kegiatan meliputi evaluasi eksisting timbulan dan sistem pengelolaan, proyeksi timbulan sampah, penetapan zonasi layanan, rencana pengurangan dan penanganan sampah melalui TPS 3R, TPST, dan TPA sanitary landfill, serta rencana investasi, kelembagaan, dan pemberdayaan masyarakat. Dokumen RIPS menjadi acuan pembangunan sistem persampahan yang terpadu guna mencapai target Jakstrada, mengurangi beban TPA, dan mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

a red canoe sitting on the edge of a lake
a red canoe sitting on the edge of a lake

Penyusunan Dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kabupaten/Kota/Provinsi
Penyusunan Dokumen RISPAM Kabupaten/ Kota dilakukan untuk menyusun rencana induk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum jangka menengah dan panjang 15-20 tahun. Kegiatan meliputi evaluasi SPAM eksisting, proyeksi kebutuhan air minum, analisis ketersediaan dan kualitas air baku, rencana zonasi pelayanan, pemilihan teknologi, rencana investasi dan kelembagaan, serta strategi pelestarian air baku. Dokumen RISPAM menjadi acuan pembangunan SPAM yang terpadu dan berkelanjutan guna mencapai target 100% akses air minum aman bagi masyarakat.

a bridge over a body of water with a building in the background
a bridge over a body of water with a building in the background

Pemetaan Potensi Sumber Daya Air Kabupaten/Kota/Provinsi
Pemetaan Potensi Sumber daya Air untuk Pengelolaan Air Yang Berkelanjutan. Pemetaan Potensi Sumber Daya Air Daerah dilaksanakan untuk mengidentifikasi, menginventarisasi, dan menganalisis ketersediaan air permukaan dan air tanah secara spasial dan kuantitatif. Kegiatan meliputi pemetaan sungai, mata air, danau, embung, serta CAT, analisis hidrologi untuk debit andalan, uji kualitas air, dan penyusunan neraca air wilayah. Hasil pemetaan berupa basis data geospasial dan peta tematik SDA yang menjadi dasar penyusunan kebijakan alokasi air, konservasi, mitigasi kekeringan/banjir, serta perencanaan pembangunan infrastruktur SDA yang terpadu dan berkelanjutan di daerah.

Pemetaan Potensi Sumber Daya Air Khusus Sentra Pangan
Pemetaan Potensi Sumber Daya Air Sentra Pangan Guna Mendukung Ketahanan Pangan Daerah. Pemetaan Potensi Sumber Daya Air Sektor Pangan dilaksanakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis ketersediaan air permukaan dan air tanah yang dapat mendukung produksi pangan. Kegiatan meliputi inventarisasi sungai, mata air, embung, dan jaringan irigasi, analisis debit andalan dan neraca air wilayah, serta pemetaan spasial menggunakan SIG. Hasil pemetaan menghasilkan basis data dan peta tematik potensi SDA, analisis defisit/surplus air pertanian, serta rekomendasi lokasi prioritas pengembangan infrastruktur air dan lahan pangan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan daerah.

Penyusunan Studi Kelayakan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Kabupaten/Kota/Provinsi
Studi Kelayakan IPLT untuk mendukung sanitasi aman dan berkelanjutan. Penyusunan Studi Kelayakan IPLT dilaksanakan untuk mengkaji kelayakan teknis, finansial, lingkungan, sosial dan kelembagaan atas rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja. Studi meliputi proyeksi timbulan lumpur tinja, analisis pemilihan teknologi, perhitungan investasi dan biaya operasional, kajian daya dukung lingkungan, serta kesiapan masyarakat dan lembaga pengelola. Hasil studi menjadi dasar pengambilan keputusan pembangunan, penysunan DED, penetapan tarif layanan, dan menjamin keberlanjutan operasional IPLT dalam mendukung layanan sanitasi aman dan penurunan pencemaran badan air.

Penyusunan Studi Kelayakan TPS3R Kabupaten/Kota/Provinsi
Studi Kelayakan Pembangunan TPS3R yang sesuai dan berkelanjutan. Penyusunan Studi Kelayakan TPS3R dilakukan untuk menganalisis kelayakan pembangunan TPS3R dari aspek teknis, ekonomi, sosial, lingkungan dan kelembagaan. studi ini mengkaji timbulan dan komposisi sampah, kesesuaian lahan dan teknologi, perhitungan biaya investasi dan operasional, kesiapan masyarakat serta KSM pengelola, hingga potensi dampak lingkungan. Dokumen hasil studi menjadi dasar pengambilan keputusan, penyusunan DED, serta acuan keberlanjutan operasional TPS3R agar mampu mengurangi sampah dari sumber dan meningkatkan nilai ekonomi sampah.